JEMBER – Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jember mengawali Semarak Hari Amal Bakti (HAB) Kementerian Agama Ke-80 Tahun 2026 dengan gebrakan intelektual yang luar biasa. Sebanyak 36 Penghulu dari berbagai Kantor Urusan Agama (KUA) berpartisipasi dalam ajang bergengsi: Lomba Membaca Kitab Kifayatul Akhyar bagi Penghulu.
Lomba yang digelar di Aula Kemenag Jember pada Kamis (20/11/2025) ini bukan sekadar kompetisi, melainkan sebuah pernyataan tegas bahwa kualitas layanan umat harus berbasis pada kedalaman literasi keagamaan, menjunjung tinggi tradisi keilmuan Islam yang wasathiyah.
💡 Tiga Pilar Tujuan Strategis Membangun Garda Depan
Lomba ini berada di bawah komando visioner Ketua Panitia, Dr. Ahmad Tholabi, MHI, selaku Kepala Seksi Bimas Islam. Didukung penuh oleh Ketua APRI (Asosiasi Penghulu Republik Indonesia) Kabupaten Jember, Kusno, M.P.di, dan dikoordinatori oleh Mulyadi, MHI, Kepala KUA Silo, kegiatan ini dirancang dengan tiga tujuan strategis yang saling menguatkan:
- Memeriahkan HAB Kemenag Ke-80 Tahun 2026.
- Meningkatkan literasi keagamaan penghulu khususnya dalam kemampuan membaca kitab kuning.
- Mempersiapkan penghulu terbaik untuk tampil pada ajang tingkat provinsi dan nasional.
Dr. Ahmad Tholabi, MHI, dalam sambutan pembukaan yang penuh semangat, menekankan peran krusial para Penghulu: "Penghulu merupakan garda depan pelayanan umat. Kemampuan memahami referensi fikih menjadi kekuatan penting dalam menjalankan tugas pelayanan pernikahan maupun bimbingan keluarga sakinah."
⚔️ Ujian Ketat Kitab Kifayatul Akhyar
Para peserta diuji secara komprehensif menggunakan Kitab Kifayatul Akhyar, sebuah rujukan fikih mazhab Syafi'i yang otoritatif. Penilaian dilakukan secara ketat meliputi:
- Kemampuan Tarkib dan Makna (Analisis Gramatikal dan Penafsiran).
- Ketepatan Murad/Terjemah (Terjemahan dan Maksud Kata).
- Ketanggapan Tanya Jawab terkait substansi isi kitab.
- Objektivitas penilaian dijaga dengan menghadirkan tiga dewan juri eksternal kredibel: Dr. KH. Hamam, M.HI (Pengasuh PPM Al Husna), Muhammad Shidiq (Kepala MA An Nur), dan Widodo (Dosen UIN KHAS Jember).
🥇 Sang Juara Ilmu yang Menginspirasi!
Setelah melewati persaingan yang menjunjung tinggi profesionalitas keilmuan, inilah tiga nama yang berhasil menjadi pionir literasi dan membuktikan dedikasi mereka pada ilmu agama:
| Peringkat | Nama Penghulu | KUA Asal |
| Juara 1 | Fawaid, S.Ag | KUA Kalisat |
| Juara 2 | Deni Kristiawan, S.Sos.I | KUA Balung |
| Juara 3 | Ahmad Agung Setiawan, S.Ag | KUA Silo |
📈 Tantangan Tahun Mendatang: Jadikan Ilmu Sebagai Kekuatan!
Semarak HAB Ke-80 ini harus menjadi titik tolak utama bagi seluruh Penghulu di Jember. Kemenangan ini adalah simbol kebangkitan intelektual.
Kegiatan ini telah meletakkan fondasi yang kuat: bahwa Penghulu Jember tidak hanya siap melayani, tetapi juga siap memimpin dengan ilmu. Di tahun mendatang, tantangan akan semakin besar. Mari kita jadikan Kifayatul Akhyar bukan hanya kitab lomba, tetapi roadmap keilmuan harian. Target kita jelas: meningkatkan kualitas sumber daya Penghulu daerah, menjadikannya ikon syiar intelektual, dan menjadi role model dalam memperkuat tradisi keilmuan Islam yang moderat.
Selamat kepada para pemenang! Mari jadikan semangat kompetisi ilmu ini energi untuk menjadikan KUA sebagai benteng pelayanan umat yang cerdas, profesional, dan berakhlakul karimah di tahun-tahun berikutnya!



