JEMBER (6 Oktober 2025) – Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jember melalui tim Agen Perubahan kembali mempertegas komitmennya dalam pemberantasan gratifikasi. Memasuki Triwulan III (Juli – September) Tahun 2025, program inovasi S'GRA NIKAH (Stop Gratifikasi – Sigap Layanan Nikah) telah melewati fase audit prosedur dan verifikasi lapangan yang ketat di seluruh Kantor Urusan Agama (KUA) se-Kabupaten Jember.
Kepala
tim Agen Perubahan, Kusno, S.Ag., M.Pd.I, menyatakan bahwa periode ini
merupakan fase monitoring mendalam untuk memastikan integritas yang dibangun
pada awal tahun benar-benar terimplementasi secara konsisten di tingkat akar
rumput.
Audit Fisik dan Wawancara Acak di 31 KUA
Tim
pengawasan internal Kemenag Jember telah merampungkan kunjungan audit ke 31
KUA. Audit ini tidak hanya memeriksa kelengkapan dokumen administratif,
tetapi juga melakukan cek fisik terhadap keberadaan banner anti-gratifikasi dan
Standar Pelayanan Publik (SPP) di setiap kantor.
Guna
mendapatkan data yang objektif, tim juga melakukan wawancara lapangan secara
acak kepada masyarakat yang baru saja melangsungkan akad nikah.
"Kami
menanyakan langsung kepada warga: Apakah ada biaya tambahan di luar
ketentuan resmi? Hasilnya, hingga saat ini tidak ditemukan indikasi aktif
adanya permintaan gratifikasi di lingkungan KUA se-Jember," ungkap Kusno.
Testimoni Warga: Bukti Nyata Perubahan
Sebagai bentuk transparansi publik, Kemenag Jember juga merilis rekaman video testimoni dari masyarakat. Video ini menangkap pengalaman otentik warga yang merasakan kemudahan layanan nikah gratis di KUA pada jam kerja. Masyarakat dapat menyimak testimoni tersebut melalui tautan tinyurl.com/TestimoniSgra.
Kampanye Akar Rumput dan Penguatan Digital
Sejalan
dengan audit fisik, kampanye sosialisasi kini diperluas ke tingkat desa dan
kelurahan. Bekerja sama dengan perangkat desa dan tokoh masyarakat, pesan
mengenai layanan nikah gratis disebarluaskan secara masif melalui brosur dan
sosialisasi tatap muka untuk menjangkau lapisan masyarakat yang memiliki
keterbatasan akses internet.
Sementara
itu, platform digital MATOR SARENG KUA tetap menjadi tulang punggung
pengumpulan data kepuasan masyarakat secara real-time. Tim pengembang
kini tengah memfinalisasi kanal pengaduan publik yang menjamin anonimitas
pelapor, yang ditargetkan aktif sepenuhnya pada awal Triwulan IV.
Menuju Akhir Tahun: Reward and Punishment
Menutup
laporan monitoring Triwulan III, tim Agen Perubahan yang beranggotakan Adnan
Widodo, S.Ag., M.HI dan Ikmal Muntadhor, S.HI., M.Sy telah
menyiapkan langkah strategis untuk triwulan terakhir tahun 2025.
"Kami
akan meluncurkan sistem Reward and Punishment secara resmi. KUA dengan
indeks kepuasan terbaik akan diberikan penghargaan sebagai 'KUA Zona
Integritas Terbaik', sementara pelanggaran terhadap Pakta Integritas akan
dikenakan sanksi disiplin yang tegas," pungkas Kusno.
Dengan
hasil evaluasi yang positif di Triwulan III ini, Kemenag Jember optimis dapat
menutup tahun 2025 dengan capaian zona integritas yang solid dan layanan publik
yang semakin akuntabel.
